Menurut kantor berita Ahl al-Bayt (AS) - ABNA ,Sabtu (29/1/2022), seorang analis militer di surat kabar Maariv, Alon Ben David mengatakan dinas-dinas keamanan Israel menyatakan bahwa mereka enggan untuk menjual teknologi militernya kepada mitra baru, terutama sistem pertahanan udara yang sangat dibutuhkan negara-negara tersebut.
Mitra baru yang dimaksud adalah Maroko, UEA, Bahrain, dan Sudan, yang telah menandatangani perjanjian normalisasi hubungan dengan Israel.
Menurut surat kabar Israel Hayom, dinas-dinas keamanan rezim Zionis menentang penjualan itu karena khawatir informasi teknologi dan militer akan jatuh ke pihak lain. (RM)
342/